#60 Realistis vs Impian

#14 Salah Mengira

 Salah Mengira


                Ajakan yang simpel namun tidak disanggupi. Padahal alasannya baik. Namun entah kenapa hati yang disuruh menyanggupi dalam keadaan tidak baik. Telah terjadi berulang-ulang kali. Namun ada sedikit rasa penghambat. Rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan alasan. Rasa diam yang berulang kali mencibir.
                Sebenarnya salah siapa? Hati yang sudah tergores atau sebuah tinta yang belum diselidiki. Mungkin sebuah jawaban yang paling pasti hanya ada satu. Itu merupakan rahasia sang ilahi dan yang punya hati tersebut. Memang rasa sakit itu lama untuk menghilangnya. Namun, apakah mereka sadar mereka telah membuat rasa sakit yang baru.
                Menyebar. Suatu kata sulit dipadamkan. Virus ego sudah menular. Hati yang mungkin putih bersih merasa ingin bertindak. Pembalasan dendam. Miris. Tapi sangat nyata. Jika masalah yang sama ditimbun, maka dia akan semakin menimbun sampai tidak terlihat lagi. Dia juga membawa pasir yang perih di mata orang lain.
                Apakah salah? Tidak menyukai hal yang menimbulkan sakit hati? Tentu saja tidak. Ada satu hal yang dapat mengobatinya. Satu hal itu adalah kata maaf. Dan berterus terang apa yang salah. Sehingga sebuah persahabatan akan abadi. Meskipun goyah dilanda badai amarah.
                Seiring 3 kali tidak memperdulikan, nah yang ke 4 ini tandanya dia setia dan peduli. Memang semua orang punya ego masing-masing. Namun apakah jadi menderita orang tersebut hanya dengan memaparkan kata maaf dan mengalah saja? Tanya hatimu sendiri. Buat apa engkau begitu. Tujuannya apa? Ingin balas dendam?
                Sudah..sudah.. semua ini sudah selesai. Waktunya untuk merenungi dan membuka hati kembali. Siapa yang berhak menang dan kalah itu takdir dan rahasia ilahi. Hanya kata pengertian yang harus melingkupi. Karena 2 insan tersebut saling membutuhkan dan punya akal hati untuk mengubah diri. Menjadi yang lebih baik lagi.

Comments

  1. Menyukai hal yang bikin sakit hati nggak salah kok, dear. Itu malah bagus sih. Asal kita juga langsung menghindarinya.

    Kadang kan ada tu yang malah kepo. Yang begini malah bikin keracunan. Hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment