#60 Realistis vs Impian

#2 Menyangka Masa Depan

 Menyangka Masa Depan



            Tak banyak orang baik yang tahu ini. Dimana mental itu penting. Sebagian besar dari orang itu hidup berdasar rasa acuh dan egois mereka. Berpikir bahwa dirinya lebih hebat dari lainnya. Seperti mengagungkan diri sendiri. Padahal apa gunanya sih buat hanya mencari kenikmatan pribadi. Tanpa rasa sesal telah melukai bahkan menyakiti hati orang lain. Merasa dirinya itu paling benar. Terus menyanggah.
            Semut pun menilai bahwa orang tersebut tak layak dihargai, tak layak dihormati. Setinggi-tingginya derajat orang tersebut di dunia. Tak bakal lah dia mengetahui bahwa di mata Tuhan nya ia hanya sepantaran dengan lainnya. Berderajat sama namun amalan berbeda.
            Terkadang banyak orang tak bisa menilai dirinya sendiri. Penilaian itu berdasar kebermanfaat orang di sekitarnya yang merasa. Ada juga orang merasa letih akan ulah sadis itu. Senyum rekah mereka bukan karena suka namun karena mereka kuat betapa pedihnya orang egois itu melakukan remukan hati. Walau orang egois tak merasa.
            Namun, apa guna hanya dalam tahap mengamati, mengeluh, meratapi, dan merenung saja? Semua tak berguna jika belum ada tindakan pembaharuan. Tanggap dalam mengatasi. Seorang terdekat yang raungan nya lebih nyenyak didengar, boleh jadi pengubah monster itu. Hanya perlu waktu. Sabar dan ikhlas.
            Tetap dalam naungan pikiran yang positif. Dan itu sangat penting. Terkadang, orang yang tak pandai menyembunyikan perasaan jika masih dalam keadaan pikiran yang negatif. Pastilah hal-hal negatif akan menimpanya. Dirinya saja tidak berhusnudzon bagaimana dengan orang lain yang menatap wajah muramnya.
            Nah, faktor pembawa masalah juga dapat terjadi karena diri sendiri kan. Begitu Allah sayang nya sama kita. Sampai saja dia menggigihkan hati kita, bahwa kita tidak sendiri. Allah bersamanya. Makanya Dia menampilkan masalah-masalah tersebut agar kita tunduk, bahwa masih ada yang dapat bantu menyelesain masalah itu.
            Percaya lah pada diri sendiri. Aku bisa. Aku mampu. Aku punya mimpi akan kugapai mimpiku. Tetapkan itu dalam hati. Niatkan, lakukan lillahi ta’ala. Berani bermimpi, berani mewujudkan. Hadapi rintangan. Terjal. Tak peduli apa kata orang. Tak peduli apa kata syaitan yang berbisik dalam hati. Tetaplah berprasangka baik dalam menyangka masa depan. Maka prasangka baik tersebut insyaAllah akan datang.  

Comments

  1. Seperti pernah mendenger cintailah dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain karena mencintai diri sendiri sudah pasti di sayang Allah. Jadi PD juga di sayang Allah 😊

    ReplyDelete
  2. Tuhan bersama prasangka hambaNya. Maka tetapkanlah prasangka baik di hati kita maka kita akan mendapatkan kebaikan juga.

    ReplyDelete
  3. masya allah sangat2 memotivasi kata2 apa yg kk tafsir diatas saya setuju banget.teruslh berkarya kk jangan hiraukan orang lain dan jadilah diri sendiri.

    ReplyDelete
  4. Percayalah pada diri kita sendiri bahwa kita mampu dan bisa

    ReplyDelete
  5. Semangat meraih mimpi, jangan pernah pantang menyerah. Buktikan ke semua orang kalau kita itu bisa sukses

    ReplyDelete
  6. terima kasih sudah membangunkan aku dari rasa pesimis.

    ReplyDelete
  7. Harus optimis dan berpikiran positive terus

    ReplyDelete
  8. Percaya diri sendiri dan selalu dekat dengan sang pencipta salah cara agar kita bisa lebih dan tetap optimis dalam menjalanin hidup ini

    ReplyDelete

Post a Comment