#60 Realistis vs Impian

#4 Kerasnya Hati Ini

 Kerasnya Hati Ini



         
Dunia tidak selalu bercepat. Jangan terlalu gegabah. Mulailah hal yang damai dengan hati yang tenang. Musibah mungkin saja hadir tiba-tiba. Namun apa guna berpikir secara ringan. Memaki tanpa lawan. Bertindak unjuk kemampuan. Memuaskan amarah yang kian bertumpuk.
Hari semakin tua. Hidup bukan hanya untuk emosi. Perlu pantang menyerah namun jangan lupa arah. Menghentikan laju kredibilitas hanya untuk berpuas diri. Memang amarah akan runtuh dan lega. Namun di sisi lain ada orang termenung. Meratapi kesedihan perlakuan bodoh.
Bukan hanya minta maaf yang diperlukan. Namun kesinambungan tenang di hari ke depan. Butuh cinta dan waktu untuk menurunkan emosi. Jangan selalu mengambil badai di lajur kiri. Hidup itu pilihan. Maka jangan memilih yang bukan pilihan terbaik. Ingatlah mati dan kehidupan setelah mati.

Comments

  1. Iya sih. Hidup memang sebuah pilihan. Kita bebas memilih apapun yang kita sukai asal tdk mengganggu orang lain.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. baca tulisan kek gini jadi nostalgia dengan hobbyku 4 tahun silam. tapi karena kesibukan malah terbengkalai setelah baca ini jadi pengen lagi nulis.

    ReplyDelete
  4. Benar kak. Harus mulai berbenah, terutama urusan emosi :(

    ReplyDelete
  5. Jadi hanyut sama tulisannya... Baper dech aku😊

    ReplyDelete
  6. itulah gunanya nasihat agar melunakan hati.

    ReplyDelete

Post a Comment