#60 Realistis vs Impian

#8 Saat Penjahat Menang


 Saat Penjahat Menang


          Hari-hari yang penuh dengan kesunyian tiba-tiba datang pagi. Namun masalah belum usai, derik langkah matahari yang kian membumi seakan tumpah ruah bersama kegelapan setelah ia lelah. Seseorang yang menghadapi sebuah kekacuan di bumi mendesih seakan temponya sudah usai. Dengan segala keadaan yang datang berselimut kekalahan seakan menjadi bayangan buta.
            Pada rintihan air yang menangis dari langit setelah mendung menjadikan bumi basah nan juga betapa hatinya juga tak berbeda. Di kala perasaan yang cerah dan membawa harapan diganggu oleh sebuah penyesalan pribadi yang datang di belakang karena kebodohan. Walau tak sanggup membantah bunyi tangis yang kian hari makin rumit.
            Saat semangat karena bangun dari penyesalan runtuh kembali akibat satu hal yang membuatnya selalu tertahan untuk hidup. Seakan bukan dia yang muak, seakan penghuni lain memperdayai. Bisikan pembawa pasrah. Bukan hal menyerahkan diri kepada sang ilahi, namun hal untuk patah dan berhenti.
            Gambaran yang nyata dari kekosongan dan ketajaman indera perasa. Kebohongan dari hati yang suci. Senyum kecut yang terlahir setelah menyembunyikannya. Rasa iba yang menyelam bagai paus tak tahu apa-apa. Seakan tak menghentikan langkah lelah kehidupan. Dari seseorang yang terus berjuang walaupun banyak alur hambatan namun ia tidak nestapa.
            Apa yang didambakan dari penyesalan. Semua yang disesali tiada artinya lagi. Kenangan yang terus diulang membawa pedih. Tatapan yang kosong menggoyahkan pikiran. Apakah tiada jalan yang akan datang? Apakah kau tiada Tuhan. Percayalah bahwa semua ada hikmah. Setiap perjalanan yang rumit akan berbuah hasil atas kesabaran. Bukan salahmu sekarang. Salah jika saat hanya berhenti bukannya bergerak.
            Jika saat waktunya akan hilang semangat, tenang saja. Perbaiki niat. Jangan biarkan pikiran kelu dan beku. Jangan biarkan penjahat menang. Cairkan suasana agar tak tegang. Mengalirkan hati untuk kepala yang dingin. Lelehkan kerasnya kepala dengan menunduk menyebut nama-Nya. Berharap dan berdoa suatu saat keajaiban akan datang sebagai penolong suramnya nilai.
           

Comments

  1. Setuju dengan pernyataan bahwa semua pasti ada hikmahnya. Meski kita nggak tahu itu apa.

    ReplyDelete
  2. Tetap semangat gaes, keren tampilan blognya, sama font nya juga bagus

    ReplyDelete
  3. Kata-kata favorit saya adalah apa yang diharapkan dari penyesalan.
    Sebab, memang percuma menyesal. Yang lalu sudah berlalu. Tinggal bagaimana kita memperbaikinya

    ReplyDelete

Post a Comment