#60 Realistis vs Impian

#17 Tersesat

 Tersesat


        Pikiran yang terus bekerja. Hati yang terus mencari. Pandangan kosong tak terpikat apapun hal kecuali sebuah senyuman tulus penyemangat diri. Rasanya seperti sedang menjadi mayat yang hidup. Pikiran pun kemana-mana jadinya. Tak bisa fokus ke satu titik. Mencari celah untuk tetap berjuang dan dan terus bergerak mencari posisi rasa yang nyaman dan hati yang tenang.
    Jika ditanya sedang mengapa, kenapa, dan bagaimana. Mulut ini kelu, tak berkutik, tak bisa menjawab satu kata pun. Dan jawaban tercepat adalah ketidaktahuan diri. Karena memang sedang bimbang, dan tak tau arah. Pulang saja tidak ada yang menjemput apalagi mengantar. Semuanya hanya kisah semu, halu, dan tak menentu.
        Semuanya terjadi begitu saja, bagai roda, terus berputar, berjalan, walau lurus atau belokan. Tak terasa kian hari sampai ke titik dimana penat itu ada. Bosan. Merasa semuanya percuma. Menangis karena lelah raga. Dan hati hancur karena dirasa semua sia-sia. Hampa. Tak tergores sedikitpun bahagia.
        Intinya, semuanya yang baik-baik saja diawal, kini sudah remuk, bagai gumpalan tanah yang mengering menjadi debu. Serbuk-serbuknya perlahan berterbangan. Kesana-kemari. Terus mencari tempat singgah yang pas. Selalu begitu. Tiap saat, tiap waktu. Bergulir macam tu. Bak ombak yang selalu diterjang maslahat.
        Artinya apa? Selalu bertanya. Kamu ga punya arah tujun, kamu ga punya satu titik center yang ingin kamu capai, kamu ga punya sedikitpun semangat karena merasa kamulah yang tertindas. Jangan. Jangan sia-siakan hidup ini. Hidup ini tidak abadi. Waktu terus direnggut. Jangan dengan kesedihan kamu menikmati kenangan.
        Bersyukurlah, bangkitlah, kamu mungkin berada di jalan yang salah. Kamu butuh pegangan, tumpuan. Bukan ini kan yang kamu mau? Kamu ga bahagia kan? Yaudah. Lepasin. Lepasin apa yang perlu dilepasin. Tanggung jawab yang kamu genggam, kamu harus berjuang buat nglakuin itu atau mundur.
        Hidupmu adalah hidupmu. Kamu adalah kamu. Tak ada satupun yang berhak untuk mengganggu gugat semuanya yang kamu miliki, capai, dapatkan. Tak ada satupun yang berni melarang. Kamu harus jadi kamu. Terimalah semua ini dengan kesungguhan hati. Jangan lepaskan kebahagiaanmu untuk orang lain, yang jelas-jelas tak begitu peduli. Sekian.

Comments