#60 Realistis vs Impian

#31 Sesal

 Sesal



Kata orang menyesal itu datangnya di akhir. Entah kenapa mereka berpikir seperti itu. Tetapi memang benar penyesalan itu datang di akhir. Setelah semua nampak hasilnya. Dimana realita dengan ekspektasi yang tak ekuivalen. Hasil dari kelalaian, keabaian, kebodohan, keterpaksaan. Hasil yang tak kita inginkan.
Tetapi sudahlah bak nasi sudah menjadi bubur. Sudah tak ada asa lagi yang bisa dilakukan. Proses telah menunjukkan hasilnya. Sudah tak bisa lagi merubah hasilnya. Hanya dapat merasakan hasil dari proses yang telah berlalu. Yang telah menjadi rasa penuh bersalah-sesal-.
Namun hidup tak berhenti begitu saja. Proses-proses yang lain akan datang menemui. Proses yang butuh asa dan daya juang. Proses yang menghasilkan hasil yang lain. Harus siapkan raga agar tak temui rasa sesal. Menyesal itu perlu. Agar kita pandai bersiap dengan proses yang menanti hasil sesuai ekspetasi. menyiapkan segala sesuatu dengan matang agar hasil seuai kehendak.
Aku selalu ingat perkatanya seorang dosen yang membuat aku terus bersemangat. Walaupun pertemuan ku dengannya adalah pertemuan yang tak terduga. Seorang dosen yang bukan dari kampusku, bukan juga sesuai jurusanku. Tetapi beliau banyak bercerita tentang persiapan dan proses untuk menghasilkan hasil yang sesuai kehendak kita dan terhindar dari sesal.
"Jika seseorang gagal dalam persiapan berarti orang itu mempersiapkan kegagalan", itu kata dosen itu. Kata-kata yang terus terngiang-ngiang di kelapaku dan aku ingat benar-benar. Kata yang punya satu makna yang bergitu mendalam. Aku bak dituntut untuk giat dalam mempersiapkan sesuatu. Mempersiapkan kehidupan di esok hari. Kehidupan yang hendak di lalui. Kehidupan yang penuh dengan lika-liku. Agar tak bertemu dengan penyesalan. Penyesalan yang di hindari banyak orang. Penyesalah yang memutus kehidupan.
Semua orang pasti pernah bertemu dengannya. Rasa sesal yang memhantui setiap orang. Tetapi yang terpenting bukanlah rasa sesalnya. Namun, tindakan setelah rasa sesal itu muncul. Rasa sesal harus dijadikan ajang evaluasi agar kita tidak salah langkah dan tidak bertemu sesal kembali.

Comments

  1. Makanya kadang aku kalau marah tu lebih baik diam dulu. Daripada ngomel tapi kemudian menyesal.

    ReplyDelete
  2. memang kadang klo marah. g berfikir dahulu baru bertidak. tapi malah bertindak dahulu berpirkir belakangan

    ReplyDelete
  3. Merasa gagal dan menyesal itu wajar, yang penting kita tetep move on 🥰👍

    ReplyDelete
  4. memang penyesalan datangnya akhir.makanya selagi ada kesempatan jngn disia siin.hehe

    ReplyDelete

Post a Comment