#60 Realistis vs Impian

#33 Waktu

 Waktu




        Terus bergulir tanpa mengenal henti. Rehat sejenak pun tidak. Meninggalkan semua yang dilewatinya dalam bingkai indahnya-kenangan-. Walau banyak orang yang tertinggal olehnya namun ia tetap berjalan. Berjalan, tidak berlari. Berjalan dengan ritme indahnya. Tidak cepat,  tidak pula lambat. 

        Banyak orang yang mengira waktu bergulir begitu cepat. Tetapi yang terjadi, ia lah yang tak bisa mengimbangi ritmenya. Ritme indah nan menawan. Bagai melodi yang indah di akhir hari. Orang itu adalah pekerja keras. Ia tak menyadari waktu bergulir karena ia sedang sibuk berkarya. Karya yang bermanfaat untuknya dan orang-orang disekitarnya. Untuk keelokan kehidupan yang ia jalani.

        Disisi yang lain, ada orang yang menunggu. Menunggu waktu bergulir. Ia akan merasa waktu bergulir dengan lambat. Menunggu itu membosankan. Tak banyak orang yang seperti ini. Hanya menunggu tanpa ciptakan suatu karya. 

        Waktu begitu penting, sampai-sampai Tuhanku bersumpah dengannya. Bersumpah semua orang adalah merugi. Merugi jika tak manfaatkan waktu dengan bijaknya. Untuk beramal sholeh kepada-Nya. Untuk meraih hadiah yang kekal dari-Nya. Hadiah yang diinginkan semua orang. Orang yang tinggal sejenak di alam yang fana.

        Bak setuju dengan Tuhanku, orang baratpun berkata,"Time is money". Menyandingkan waktu dengan harta. Sesuatu yang banyak cari di dunia selain cinta. Sesuatu yang dapat ditukar dengan apapun kecuali ketulusan, kejujuran dan cinta. 

        Akupun dibuat setuju dengannya. Setuju dengan Tuhanku dan orang barat itu. Setuju bahwa waktu sungguh berharga. Tak patut untuk di sia-siakan. Tak patut untuk di lewatkan tanpa ada karya yang di tinggalkan.

        Akupun dibuat sesal karnanya. Sesal seperti yang aku tulis sebelumnya. Sesal karna hanya sedikit karya yang aku ciptakan. Seharusnya,  banyak karya yang sudah aku buat di tahun ini. Serta aku lanjutkan ke tahun depan. Tahun yang akan aku lalui dan aku evaluasi.

        Harapku untuk tahun depan, aku tak bertemu lagi denganmu. Dengan rasa sesal karna minim karya. Rasa yang pernah membuatku berpikir aku tak berguna. Semoga evaluasiku selanjutnya lebih baik.

Comments

  1. Kalo baca tulisan begini ikut hanyut terbawa perasaan 🤭

    ReplyDelete
  2. Benar. Waktu itu bisa jadi misteri. Kadang terasa cepat. Dan nggak jarang rasanya lambat sekali. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya sih.

    ReplyDelete
  3. betapa pentingnya waktu, kita harus mampu memaksimalkan semua waktu yang demi hal yang bermanfaat buat orang lain lebih2 buat diri kita sendiri

    ReplyDelete
  4. Aku seringya waktu cepat berlalu saat sedang mengistirahatkan diri

    ReplyDelete

Post a Comment