#60 Realistis vs Impian

#43 Unbelievable

Unbelievable





        Hal yang tidak pernah disangka pun datang juga. Beberapa hal yang selama ini ditakuti untuk diumbar. Selalu ditutupi karena tak akan baik jika semuanya terbuka. Manusia memang punya space masing-masing. Punya waktu dan tempat untuk andil di dalam jalan hidup mereka. Prioritas yang mereka bangun. Prinsip yang melekat pada setiap insan.

        Masih tentang visi misi. Masih tentang tujuan dalam kehidupan. Masih tentang hal baik di dunia. Tentang masa depan yang bayangannya dicari-cari. Perihal bertahan, menetap, dikucilkan maupun ditinggalkan. Yang terjadi secara berkala, setelah terbangun dari sosialisasi yang gagal maupun asik namun menukik.

        Kesibukan itu memang tiada jangka waktu. Berjalan terus menerus menggerus waktu. Berpijak pada proses yang sedang dialami. Kenapa si harus banget overthinking. Tenggelam dalam perenungan yang tiada habisnya. Kenapa hanya diam saja, tenang, tabras. Aku sebenernya belum terlalu sadar. Aku masih tenggelam, sesekali hanyut.

        Kabut itu, datang cepat, menetap lama, pergi lagi, lalu datang lagi. Tak bisa diprediksi. Rasanya kacau bila teringat. Terlalu kalut. Terlalu sesak di dada. Karena bahwasanya disclaimer kepergian sudah diwanti-wanti. Entah sudah jatuh dilubang apa lagi. Berkali-kali. Namanya sekarang bukan mati rasa. Tapi mencoba untuk tidak membenci. Walaupun kadang doa mengutuk terucap begitu saja.

        Teman dekat, rasanya itu perlu. Tapi tidak untuk sekarang. Mengatur waktu efektif untuk healing. Healing dan healing. Entah sampai kapan. Berapa lama. Mencoba untuk ber-amnesia. Berdoa agar tidak datang lagi rasa benci. Mencoba untuk tidak mengutuk. Bak menyesal telah membuka pintu. Tau kok, nanti, mungkin beberapa tahun lagi, this karma. segera datang. 

        Berjuta panik, maaf, dan terimakasih. Kadang jika ingin menyelesaikannya sendiri, ada orang baik yang membantu. Terimakasih sangat. Cerita mungkin tidak berujung disini. Bersyukur ternyata kata kunci satu-persatu ditemukan. Ajari aku untuk bilang tidak. Karena menunggu hal yang pasti namun diundur-undur itu akan tidak berhasil.

        Di waktu yang tepat cerita akan terkuak, bukan sekarang, nanti dulu ya. Bila tidak jua berkata, berarti sedang disembunyikan. Kebodohan dan kesalahan dalam kehidupan. Semut tidak akan berkurumun jika tidak ada makanan. Mereka tidak akan menyalakan api. Mereka bersemayam di tempat nyamannya agar merasa baik-baik saja.

        Kalian tidak perlu tau kisah pilu. Anggap saja semua baik-baik saja. Ayo rancang yang lain. Buat yang tidak harus diingat bisa dilupakan. Lagaknya akan membuat semua senang dengan terus tersenyum. Meniti diri untuk tetap sadar dan percaya diri melangkah. Public speakingnya ayo ditingkatkan. Mengambil alih hal yang baru menarik bukan? 

        Jangan terburu-buru. Jangan terlalu cemas. Langkahmu akan baik-baik saja ke depan. Tetap teguh, jangan goyah. Eh, jangan dilarang, saat goyah, menepi dulu, jangan berenti ya. Jangan berenti bernafas. Loh takdir kamu sudah ditulis dengan baik. Kita tunggu hal baik lainnya. Kita raih apa yang belum bisa diraih. Don't be sad, Don't be mad, everything will be okay. ahah

Comments