#60 Realistis vs Impian

#47 Zona Nyaman

        

Zona Nyaman




        Tiba dimana berada di fase ter-nyaman yang pernah ada. Nyaman untuk mengambil tindakan. Nyaman untuk "learn to say no". Nyaman untuk bilang "gak dulu ya". Nyaman untuk ga ngapa-ngapain. Nyaman untuk bebas melakukan apapun. Nyaman untuk bilang ke diri sendiri "gapapa, hari ini dibenci, besok jangan kayak gitu lagi ya". Nyaman untuk denger "oh jadi ini lo yang sebenarnya". Dan nyaman untuk hal-hal baru yang gak masuk akal, yang terjadi tiba-tiba.

        Mungkin rasa pamrih, peduli, sungkan, merasa bersalah, gaenakan itu ada. Cuman ya gimana. Hati mau nya ini. Baru di tahap, oke heal dulu, tahan dulu. Itu yang aku rasain sekarang. Menurut lo, kadang lepas tanggung jawab itu adalah kesalahan yang paling fatal. Berasa, oh jadi gini. Berasa dikejar suatu hal yang ga dimengerti. Sampai-sampai, semua ingin bilang gini "lo kenapa si", "apasi ni orang", "kecewa gua ma lo". I't simple life, buat ngambil tindakan crazy, but "seharusnya lo ga gitu".

        Sadar ga sadar, apa yang dilakuin ngebuat orang sakit hati. Yang awalnya, percaya banget sama lo, akhirnya kepercayaannya runtuh gitu aja. Ya gara-gara apa yang lo lakuin. Kepercayaan itu kayak telur ayam, kalo udah jatuh ke lantai, ga akan bisa disatuin lagi. Btw, tentang pengarahan diri ini ke hal ga baik itu, nyatanya diri ini juga sudah muak. :( Tapi, aku tidak pernah selesai gitu aja dengan fase ini, mungkin perbedaan menjadi batas, tapi sinkronisasi ulang itu yang membuat grow up.

        Grow up menjadi pribadi lain. Bodo amat dan tidak peduli. Yang sudah ya sudah. Gimana caranya buat berdamai sama semua yang telah dialami. Menuju fase bebas namun tetap di zona nyaman. Santai tapi tumbuh. Terus menerus secara teratur. Tetap dalam porsi yang b aja. Ga mau yang gimana-gimana dan yang lebih penting ga mau ber-ekspektasi tentang apapun. Whislist jalan, usaha dan doa tetap dipertaruhkan. Hanya bermodal "ayo semangat, jangan mati dulu" dan "pantang menyerah untuk apapun".

        Tidak pernah sedikitpun berhenti bermimpi dalam zona nyaman ini. Hanya saja, di zona ini ditegur untuk bagaimana cara berkerja cerdas, tak banyak omong kosong, namun perbanyak aksi. Sometimes, mereka bakal bilang "ohhh", "bukannya ini dulu orang yang...", "dulu aku pernah mengenalnya, dia sangat baik dan tulus", "kasian banget dia dulu", "bangga banget dia yang sekarang". Dan semua pemakluman plus kejujuran bakal berpihak ke orang yang tepat :) Selamat beragumen. Selamat salah paham. Selamat overthinking. :)

#matirasapart2

Comments