#60 Realistis vs Impian

#55 Menyublim

Menyublim





         Alasan kenapa masih tetep bertahan adalah masih sangat menghargai dan menghormati sebuah ketulusan. Ketulusan seseorang yang membuatku tetap singgah. Walau nyatanya udah berada di titik bersalah yang paling dalam. Bukan bersembunyi. Namun enggan menampakkan diri. Karena ada suatu hal lain yang mungkin bisa ku anggap menjadi bebanku dalam sebuah pelarian.

        Nyatanya sudah sedikit muak dengan apapun yang terjadi. Aku pikir, aku tidak akan bisa menentukan pilihanku. Namun nyatanya aku tetap acuh, dan berpegang teguh pada kata 'menghindar'. Mungkin karena alasan 'tak nyaman' yang kubesar-besarkan. Sungguh aku telah mencoba melebur, ber-sosialisasi dan menganggap 'oh ini akan menyenangkan'. But, perasaan ku memang berkata lain. Dan yang pasti aku akan sedikit menyeringai, 'ngapain sih gue disini'.

        Kesalahan terbesar jika memulai sesuatu yang baik tidak disertai keteraturan yang baik juga terhadap permulaian. Makanya, perjalanan nya sedikit runcing. Kadang kayak aku mikir, 'aku try hard loh buat ngluangin waktu, tapi kok...'. Ternyata capek juga gitu loh. Karena tujuanku untuk ikut kegiatan positif itu adalah untuk healing, bukan mencari masalah. Untuk find best part in my life. But 'kok hambar ya, kok sia-sia ya'. Apa aku yang salah ya?. Apa aku yang kurang menikmati perjalanan ini ya?

        Really, plis tolong jangan berprasangka buruk tentangku. Karena aku sendiri merasa aku sedikit berbeda. Jika prasangka itu terus datang di raut wajah kalian, tanpa kalian berbicara sedikitpun tentang aku, aku sudah tahu, betapa kalian membenciku lewat raut wajah itu. Itulah sebabnya aku tak pernah hadir lagi, padahal ingin. Tak pernah berjumpa lagi, padahal mampu. 

        Bukan kalian aja kok yang sakit hati, aku pun. Mungkin memang salah terlalu banyak diam. Yang seharusnya bisa berkata-kata banyak dari yang aku mau. Aku sedikit menjauh karena ingin menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang kalian berikan. Dan nyatanya, itu sangat melelahkan untuk 'menghindar'. Namun aku tidak bisa menjelaskan 'ada apa' dan 'mengapa'. Itu sangat sulit. Karena yang selalu jadi panutanku untuk bercerita ke seseorang adalah 'mereka hanya ingin tahu, tanpa sedikitpun peduli maupun mencari solusi'.

        Jadi aku hanya ingin menyampaikan banyak maaf, yang mungkin ga akan bisa kalian maafkan. It's okay. But mungkin kalian tau luar hidupku, tapi kalian gatau betapa strunggle nya aku akhir-akhir ini. Aku mungkin harus banyak belajar time-management dan bertanggung jawab atas apa yang aku mulai. So, let's try to be a good person, cause banyak hal baik menanti daripada hanya membicarakan orang lain tanpa kalian tau apa yang sebenarnya terjadi. Terimakasih. Aku sayang kalian kok, banget banget. luv.

Comments

  1. Introvert typical.... Hehe. Sesama introvert paham banget dg perasaan semacam ini.

    ReplyDelete

Post a Comment