#60 Realistis vs Impian

#59 Silahkan

 Iya pergilah, pergi saja, silahkan. Aku tidak pernah memaksa kalian untuk singgah. Pergilah dengan tenang, rasa bangga, dan bahagia. Aku.. baik-baik saja. I hope so. Really aku cuma sedikit butuh waktu, untuk kembali bangkit.

I know i not perfect. No one cares about heart. They only cares about "benefit". Really i can't believe. Semuanya datang dan pergi dengan cepat. Aku.. kini ditinggalkan.. lagi. Ya.. kurasa itu memang akhirnya. Pedih dan sangat menyakitkan.

Kebetulan kesempatan baik mendatangi kalian semua. Aku tidak bisa mengejar maupun berlari. Mengatakan "tetaplah disini". I can't. Keputusan hidup diatas tangan masing-masing. Banyak hal baik menanti, pergilah, semuanya.

Aku hanya aku. Aku yang lemah. Tolonglah, aku tidak meminta dijemput setiap hari. Sebenarnya aku hanya ingin kalian menyempatkan datang saat situasi afraid menghampiriku. Tapi semua orang punya kesibukan masing-masing. Aku tahu. Aku paham. Sangat paham. 

Aku ikhlas jika saja semua runtuh hari ini. Semuanya kini berjalan sia-sia. Perjuangan yang sia-sia. Semuanya lenyap. Ya semuanya. Tidak ada yang tersisa. Dukungan itu lenyap dengan mudah. Kasih sayang cinta semuanya menjadi tabu sekarang. 

Aku menghentikan semuanya sekarang. Semua sudah berakhir. Semua. Aku ulangi, semua. Gone away. Begitu banyak waktu yang mungkin akan terbuang untuk penyembuhan lagi. Aku harus melupakan semuanya. Semua. Semua. Kenangan manis dengan beberapa orang. Semua orang terdekatku :"( ne, aku mengakui nya sekarang. I'm alone. 


Comments